Selasa, 11 Juni 2013

D E L A P A N


Kita bukan ada di panggung sandiwara karena kita tidak pernah melakoni hal-hal yang terdramatisir. Kita bukan segopoh emas, melainkan tembaga yang terus akan tetap di poles sehingga menjadi satu kesatuan utuh.
masih ingatkah kalian?? Saat kita terbuang di antara gelak tawa yang terpampang di antara wajah-wajah pendosa?? Membangkitkan asa bahwa aku dan kita mampu hidup di antara yang terbuang. Saling mengenal di antara putih abu-abu, meski saat ini kita sudah beranjak meninggalkan secarik kenangan yang hanya ada dalam ingatan sampai bahkan dalam intuisi tapi tak menjadikan kalian beranjak di hati dan fikiran.

          Jarak bukan sebagai batu altar tuk tidak mau saling mengenal. Tak bertemu bukan menjadi suatu yang menakutkan tuk tidak lagi memilih.
 Asa dan rasa masih menyulam dan mengharap tetap akan ada keMENJADIan KITA. Kita tetap ada meski segarnya embun kadang menghilang. Kita tetap ada meski terpaan angin mulai sedikit samar.
          Kita menjalani dari angka SATU , menangis, tertawa, berkhianat, mengkhianati, bahagia dan sedih ada dalam perputaran waktu yang membawa kita di angka DELAPAN.
Gadisku… kalian bukan permata,
Gadisku… kalian bukan emas,
Gadisku… kalian bukan semua yang berharga, karena kalian tidak akan menyamai kedudukan barang-barang mewah yang ada, karena keberhargaan kalian melebihi apa yang ada di putaran bumi ini.



Dikutip dari Chaerani Arief Alii, dan direkonstruksi kembali oleh Riska Jafar

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates